Gandeng Kementerian ESDM, Ridwan Andi Wittiri Salurkan Ribuan Alat Masak Listrik Gratis di Gowa

Gandeng Kementerian ESDM, Ridwan Andi Wittiri Salurkan Ribuan Alat Masak Listrik Gratis di Gowa

Share
Share

Gowa, Detiktoday.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Ridwan Andi Wittiri (ARW), bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan Alat Memasak Berbasis Listrik (AML) berupa penanak nasi (rice cooker) kepada warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Sepanjang tahun 2023, sebanyak 15.000 unit alat masak serupa telah didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.

Program ini dirancang untuk memberikan insentif kepada rumah tangga yang memenuhi kriteria tertentu. Berdasarkan regulasi, penerima manfaat merupakan rumah tangga dengan daya listrik antara 450 VA hingga 1.300 VA yang belum memiliki alat masak berbasis listrik.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo 

Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik bagi Rumah Tangga, serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 548.K/TL.04/DJL.3/2023 terkait petunjuk teknisnya.

Salah satu warga penerima manfaat, Nasrah (47), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan stimulan ini. Sebagai seorang ibu rumah tangga, ia menilai alat masak listrik tersebut sangat meringankan beban dapur.

“Saya berharap program bantuan untuk kami, rakyat kurang mampu, terus berlanjut dari Bapak Ridwan Andi Wittiri untuk lima tahun ke depan,” ujar Nasrah saat menerima bantuan tersebut.

Kegembiraan senada diungkapkan oleh Fatimah, warga Kecamatan Somba Opu, Gowa. Perempuan yang sehari-hari menyambung hidup dengan berdagang nasi kuning ini mengaku tidak menyangka akan mendapatkan bantuan sarana usaha gratis.

“Saya sangat senang. Ini bisa saya gunakan untuk memasak makanan keluarga dan nasi kuning dagangan saya, sehingga tidak perlu lagi menghabiskan banyak gas,” kata Fatimah.

Di lokasi yang sama, Ridwan Andi Wittiri menegaskan bahwa pemenuhan sarana energi domestik ini merupakan kewajiban pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

“Program ini merupakan salah satu upaya konkret untuk menekan biaya operasional memasak warga yang selama ini bergantung pada gas. Penggunaan AML terbukti lebih efisien dan efektif,” tutur Ridwan.

Sementara itu, Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ferry Triansyah, menjelaskan bahwa transformasi pemanfaatan energi memasak di Indonesia terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi; mulai dari fase kayu bakar, elpiji (LPG), hingga kini bergeser ke energi listrik.

“Dari sisi penggunaan, alat masak berbasis listrik ini jauh lebih praktis dibandingkan dengan elpiji. Selain lebih ekonomis bagi kantong rumah tangga, penggunaan AML ini juga mendukung kampanye energi bersih karena mampu menurunkan emisi karbon dioksida ($CO_2$),” pungkas Ferry.

Share