Emas Jadi Incaran China

Harga Emas Bakal Melejit Kuat ke Level Ini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comHarga emas dunia diperkirakan melanjutkan penguatan hingga menembus level US$ 4.800 per troy ounce pada Juni ini.

Pada Jumat (12/6/2026), harga emas ditutup menguat 0,1% menjadi US$ 4.219,32 per troy ounce. Namun, harga emas mencatat pelemahan sekitar 2,54% sepanjang pekan lalu.

Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa harga emas bisa lanjut menguat seiring meluasnya peluang kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran, yang kemudian kesepakatan perdamaian antara kedua negara mencapai finalisasi. 

Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran geopolitik sekaligus menguatkan posisi emas. Harapan dibukanya Selat Hormuz sekaligus menurunkan harga minyak dunia yang mereda tekanan inflasi.

Harga minyak mentah Brent turun US$ 3,61 menjadi US$ 83,64 per barel, sementara minyak mentah acuan AS anjlok US$ 4,27 menjadi US$ 80,61 per barel.

“Perjanjian damai antara AS dan Iran serta pembukaan Selat Hormuz membuat harga emas kembali berkilau, diperkirakan bulan ini akan menuju US$ 4.875 per troy ounce,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Sementara itu, bank ternama asal Swiss, UBS menurunkan perkiraan harga emas dunia sebesar US$ 300-900 per troy ounce. 

Penurunan proyeksi harga emas dilakukan karena faktor pukulan ganda terhadap logam mulia dari data ekonomi AS yang kuat dan tertundanya pelonggaran kebijakan Federal Reserve ke tahun 2027.

“Harga emas mungkin akan terus bergerak menuju kisaran US$ 3.850 – 4.000/troy ounce dalam waktu dekat,” ungkap para ahli strategi UBS, dikutip dari Investing.com.

Share