Yogyakarta, Detiktoday.com – Tren gaya hidup sehat kini tengah melanda masyarakat. Ruang-ruang publik kerap dipadati warga yang melakukan berbagai aktivitas fisik.
Fenomena positif ini disambut baik oleh Anggota Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Fajar Gegana, S.T.
Meski demikian, Fajar mengingatkan bahwa tingginya antusiasme warga ini membawa tantangan baru bagi pemerintah daerah, sekaligus peluang besar yang bisa dioptimalkan.
Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda
“Tantangannya adalah bagaimana pemerintah menyediakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat untuk mendukung kebiasaan tersebut,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, tren olahraga ini tidak boleh dilihat sebagai kegiatan rekreasional semata. Jika dikelola secara profesional, tingginya minat olahraga masyarakat dapat dikemas menjadi sebuah gelaran olahraga (sport event) berskala besar yang mampu mendongkrak perekonomian daerah melalui sektor sport tourism.
“Bila dikemas dengan baik dan menarik, ini bisa mendatangkan wisatawan. Saat ada event rutin tahunan, itu bisa menjadi agenda kunjungan yang menarik orang untuk datang ke DIY, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” jelasnya.
Lebih lanjut, legislator DIY ini menekankan bahwa penyediaan fasilitas olahraga yang representatif tidak akan lengkap tanpa adanya jaminan kualitas lingkungan yang sehat. Fajar mendorong pemda untuk lebih serius dalam memperhatikan kebersihan udara di area publik.
“Selain fasilitas olahraga, kualitas udara juga harus menjadi prioritas. Ruang terbuka hijau (RTH), kawasan tanpa rokok (KTR), dan pengendalian polusi harus berjalan seiring,” tegas Fajar.
Di akhir penjelasannya, ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai investasi masa depan yang murah namun berdampak besar bagi kesehatan personal.
“Masyarakat harus mulai peduli dan sadar untuk rutin berolahraga. Olahraga tidak harus mahal, yang penting konsisten. Jangan sampai lalai, karena ketika kita jatuh sakit, biayanya jauh lebih mahal,” tuturnya.
Baca: Sambut Bulan Bung Karno, Ganjar Ajak Generasi Muda
Selaras dengan hal tersebut, Fisioterapis Ahli Muda RS Paru Respira, Prayitno, S.ST, Ftr, mengingatkan warga agar tidak sembarangan dalam memilih lokasi berolahraga. Untuk mendapatkan paru-paru yang sehat, diperlukan sinergi antara olahraga yang tepat dan lingkungan yang bersih.
“Olahraga menjadi alternatif terbaik untuk menjaga kesehatan paru. Namun, jangan asal berolahraga. Sebaiknya hindari berolahraga di pinggir jalan karena sangat rentan terpapar polusi udara,” kata Prayitno.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk peka terhadap sinyal tubuh ketika porsi olahraga sudah berlebihan (overtraining). Gejala yang perlu diwaspadai antara lain napas yang terasa sangat pendek, mudah lelah, kualitas tidur menurun, performa fisik yang merosot, hingga denyut jantung yang tetap tinggi meski sedang beristirahat.