Emas Jadi Incaran China

Harga Emas Bisa Meledak ke US$ 17.250

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Pengusaha tambang mengeluarkan skenario prediksi yang tinggi pada harga emas. Bahkan, harga emas berpeluang mencapai US$ 17.250 per troy ounce.

Dikutip dari Kitco News, Rabu (13/5/2026), salah satu pendiri Franco-Nevada dan mantan presiden Newmont Mining, Pierre Lassonde memprediksi harga emas dapat melonjak ke level US$ 17.250 per troy ounce dalam tiga tahun ke depan, jika terjadi guncangan ekonomi global imbas lonjakan utang Amerika Serikat.

“Saya menegaskan kembali bahwa prediksi saya tentang harga emas US$ 17.250 masih bertahan. Saya yakin kita akan melihat ini dalam tiga tahun ke depan,” katanya.

Menurut Lassonde, lonjakan utang bisa merubah posisi emas menjadi mata uang cadangan terakhir.

Dengan defisit anggaran AS yang diproyeksikan melebihi 7,9% dari PDB, Lassonde berpendapat bahwa Federal Reserve secara efektif memonetisasi utang dan mencetak dolar, memberikan dorongan permanen bagi emas.

Lassonde merujuk pada era 1970-an, di mana harga emas mengalami peningkatan sepuluh kali lipat seiring dengan kenaikan inflasi dan suku bunga secara bersamaan.

Namun, ia mencatat perbedaan penting dalam kondisi saat ini, yaitu besarnya utang negara AS.

“Total utang AS pada tahun 1981 saja, ketika Reagan pertama kali terpilih, adalah US$ 1 triliun. Saat ini, itulah jumlah uang yang harus dibayarkan AS sebagai bunga setiap tahun karena total utang sekarang mendekati US$ 40 triliun,” ia menyoroti.

Beban utang ini diperparah oleh biaya pinjaman yang lebih tinggi, dengan bunga bersih yang diproyeksikan oleh Kantor Anggaran Kongres AS akan mencapai hampir 14% dari seluruh pengeluaran federal pada tahun fiskal 2026.

Share