Harga Emas Menguat Usai Selat Hormuz DibukaHarga Emas Menguat Usai Selat Hormuz Dibuka

Harga Emas Bisa Melejit ke US$ 5.500, Pakar Buka SkenarionyaHarga Emas Bisa Melejit ke US$ 5.500, Pakar Buka Skenarionya

Share
Share

Dalam skenario dasar, Shah memperkirakan harga emas akan kembali mendekati rekor tertinggi dan mencapai sekitar US$5.500 per ons troi pada awal 2027.

Bahkan dalam skenario pesimistis, di mana inflasi turun ke 2%, dolar AS menguat, dan imbal hasil obligasi meningkat, harga emas diperkirakan masih mampu bertahan di kisaran US$ 4.630 per ons troi. “Risiko penurunan relatif terbatas, sementara potensi kenaikan jauh lebih besar,” ujarnya.

Selain faktor kebijakan moneter, Shah juga menyoroti meningkatnya risiko resesi global sebagai katalis tambahan bagi kenaikan harga emas. Ia juga menilai tekanan struktural seperti meningkatnya utang pemerintah dan potensi pelemahan jangka panjang dolar AS akan memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Di sisi permintaan, pasar Asia, khususnya China dan India, tetap menjadi penopang utama, meski harga tinggi menekan konsumsi perhiasan. Shah menilai, emas kini semakin dipandang sebagai ‘investasi yang dapat dikenakan’ (wearable investment).

Perubahan juga terlihat dari sisi investor institusi yang mulai meningkatkan alokasi strategis ke emas setelah sebelumnya cenderung underweight. Emas kini semakin diposisikan sebagai alternatif terhadap aset pendapatan tetap (fixed income), terutama di tengah volatilitas pasar obligasi global.

Tak hanya emas, Shah juga optimistis terhadap prospek perak. Ia memproyeksikan harga perak bisa mencapai sekitar US$92,50 per ons troi pada kuartal I-2027, didorong permintaan dari sektor industri, termasuk elektrifikasi dan energi surya.

Share