Once Mekel Tegaskan Sarjana Non-Kependidikan Bisa Jadi Guru, Asal Paham Pedagogi

Once Mekel Tegaskan Sarjana Non-Kependidikan Bisa Jadi Guru, Asal Paham Pedagogi

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi X DPR RI, Once Mekel, menyatakan dukungannya bagi lulusan sarjana (S1) dari berbagai jurusan non-kependidikan untuk berprofesi sebagai guru. 

Namun, ia menekankan syarat mutlak bagi para calon pendidik tersebut: wajib menguasai ilmu pedagogi terlebih dahulu.

​Hal itu disampaikan Once saat melakukan kunjungan daerah pemilihan (kundapil) masa reses di Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). 

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo yang Jarang

Dalam kesempatan tersebut, legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyerap berbagai aspirasi konstituen terkait tantangan dunia pendidikan.

​Menurut Once, kecerdasan akademik di bidang tertentu tidak serta-merta menjamin seseorang mampu mentransfer ilmu dengan baik kepada murid. Oleh karena itu, penyesuaian melalui pelatihan pedagogi menjadi krusial.

​”Sekarang kita usahakan supaya guru-guru dengan latar belakang sarjana dari manapun, misalnya sarjana ekonomi, kimia, fisika, atau matematika, itu boleh mengajar. Tapi, harus melewati tahapan belajar pedagogi,” ujar Once.

​Ia menambahkan bahwa orang yang ahli di satu bidang belum tentu bisa mengajar. “Harus ada penyesuaian. Belajar untuk menjadi guru itu penting karena tidak semua orang pandai otomatis bisa mengajar,” jelasnya.

​Meskipun membuka pintu bagi sarjana umum, Once mengakui bahwa lulusan dari latar belakang pendidikan guru memiliki keunggulan kompetitif karena telah mempelajari metode pengajaran sejak dini. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa semua calon pendidik tetap harus melalui proses seleksi yang ketat.

​”Tetap harus ada tes untuk memastikan kita memiliki guru-guru yang berkualitas agar anak didik mendapatkan pendidikan terbaik,” tambahnya.

​Selain masalah kualitas, Once juga menyoroti isu klasik pendidikan di Indonesia: ketimpangan distribusi guru. Ia mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian lebih pada daerah Terisolasi, Terluar, dan Terdepan (3T).

​”Guru jangan hanya menumpuk di kota besar atau ibu kota provinsi. Harus menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Tentu ini harus diiringi dengan insentif yang cukup sebagai perangsang, terutama bagi generasi muda guru agar mau mengabdi di daerah 3T,” tegas mantan vokalis Dewa 19 ini.

Baca:Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP

​Politisi yang juga musisi ini mengaku memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan dunia pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa darah pendidik mengalir deras di keluarganya.

​”Ibu saya guru, nenek saya guru, bahkan kakek saya ada yang kepala sekolah. Mungkin kalau saya tidak menjadi penyanyi, saya akan menjadi guru juga,” ungkapnya dengan nada emosional.

​Menutup pernyataannya, Once menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi dan pemerataan guru adalah agenda besar demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang bermutu dan berkeadilan. “Kita ingin pendidikan Indonesia bermutu dan merata di seluruh wilayah,” pungkasnya.

Share