Penyebab Harga Emas Sulit Rebound Kencang

Harga Emas Tumbang! The Fed Picu Gelombang Tekanan BaruHarga Emas Tumbang! The Fed Picu Gelombang Tekanan Baru

Share
Share

NEW YORK, Detiktoday.com Harga emas tumbang pada perdagangan Kamis (18/6/2026), meski sempat bangkit di sepanjang perdagangan. Hal itu terjadi di tengah tekanan kebijakan moneter The Fed yang bernada hawkish serta penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam setahun.

Dikutip dari Reuters, tekanan terhadap emas juga dipengaruhi meredanya kekhawatiran inflasi setelah kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dengan Iran, yang turut menekan harga minyak dan meredam ekspektasi inflasi global.

Harga emas spot ditutup anjlok 1,14% menjadi US$ 4.209,15 per ons troi. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level terendah sejak November 2025. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup ambles 3,51% ke posisi US$ 4.227,75 per ons troi.

“Hal paling signifikan adalah perubahan nada The Fed yang lebih hawkish. Itu mendorong dolar ke level tertinggi tahun ini, sehingga emas berada di bawah tekanan,” ujar Vice President sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant.

The Fed pada pertemuan terbaru tetap menahan suku bunga, namun sembilan dari 19 pembuat kebijakan masih melihat peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Desember mencapai 85%, meningkat dari 61% sebelum pernyataan kebijakan, menurut CME FedWatch Tool.

Indeks dolar AS menguat setelah pernyataan The Fed dan sempat menyentuh level tertinggi dalam satu tahun, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli global.

Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil, cenderung tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi. Tekanan juga sudah muncul sejak awal konflik di Timur Tengah, seiring naiknya harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi.

Kesepakatan AS-Iran

Share