Kami Terus Awasi Gerakan Mereka

Kami Terus Awasi Gerakan Mereka

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi ll DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, mengatakan partainya terus memantau pergerakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di tengah mencuatnya rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bergabung dan menjabat sebagai Dewan Pembina PSI. Pengawasan dilakukan karena adanya informasi mengenai upaya membujuk kader-kader PDI Perjuangan untuk berpindah ke PSI.

“Kami terus mengawasi gerakan mereka yang terus menerus berusaha membujuk kader-kader PDI-P untuk masuk PSI di berbagai daerah, baik anggota dewan, kepala daerah, hingga pengurus partai dan kader,” ujar Deddy, dikutip Kamis (18/6/2026).

Menurut Deddy, informasi yang diterimanya menyebutkan upaya perekrutan kader tersebut diduga juga disertai tawaran bantuan material kepada sejumlah kader di daerah.

“Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Tidak tahu kebenarannya,” ucapnya.

Meski demikian, Deddy menegaskan PDI Perjuangan tidak merasa khawatir terhadap langkah yang dilakukan PSI. Ia menilai pengalaman Pemilu 2024 menunjukkan PSI belum mampu menembus parlemen meskipun saat itu Jokowi masih menjabat sebagai presiden.

“Terus terang kami tidak takut. Pemilu kemarin, saat (Jokowi) di puncak kekuasaan dengan jaringan pemerintahan dan APH serta anggaran bansos APBN saja, mereka masih gagal masuk parlemen,” kata Deddy.

Lebih lanjut, Deddy menduga upaya perekrutan kader tidak hanya menyasar PDI Perjuangan, tetapi juga partai-partai politik lain. Ia menyebut gejala tersebut terlihat di sejumlah basis partai lain seperti NasDem, Demokrat, dan PAN.

“Ingat, partai-partai lain pun akan berhadapan dengan mereka karena upaya untuk membajak kader partai-partai lain. Ini banyak sekali terlihat gejalanya, terutama di basis-basis Nasdem, Demokrat, dan PAN,” ungkap Deddy.

Menurutnya, strategi membesarkan partai dengan merekrut kader dari partai lain akan membuat PSI berhadapan dengan banyak kekuatan politik sekaligus.

“Jadi mereka tidak saja berhadapan dengan PDI-P, tetapi juga dengan partai-partai lain yang kadernya dipungut untuk membesarkan PSI secara instan!” tegasnya.

Kendati demikian, Deddy menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak lagi mempersoalkan pilihan politik Jokowi, termasuk terkait rencana bergabungnya mantan presiden tersebut ke PSI sebagai Dewan Pembina.

Menurutnya, kedekatan Jokowi dengan PSI bukanlah hal baru, mengingat putra bungsunya, Kaesang Pangarep, saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSI.

“Memangnya dari dulu dia tidak di PSI?, kan anaknya sudah Ketua Umum dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN,” kata Deddy.

Ia menegaskan bahwa hubungan politik antara PDI Perjuangan dan Jokowi telah selesai sejak mantan presiden tersebut tidak lagi menjadi bagian dari partai.

“Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi,” pungkasnya.

Share