Jakarta, Detiktoday.com – Upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam memperkuat dukungan terhadap perguruan tinggi swasta (PTS) mendapat apresiasi tinggi dari parlemen.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif untuk menghapus diskriminasi atau sekat antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan PTS yang selama ini masih kerap terjadi.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, dalam rapat kerja bersama Menteri Diktisaintek di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Rapat tersebut mengagendakan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027.
Sofyan Tan menegaskan bahwa terobosan yang dilakukan Kemendiktisaintek, khususnya dalam mengalokasikan bantuan operasional untuk PTS, merupakan sebuah warisan (legacy) penting demi menciptakan keadilan di sektor pendidikan tinggi.
“Inilah menteri pertama yang tidak membuat dikotomi antara swasta dan negeri. Legacy yang Bapak buat melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi ini merupakan pertama kali terjadi. Bapak layak disebut menteri yang sayang dengan perguruan tinggi swasta,” ujar legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Politisi dari Daerah Pemilihan Sumatra Utara I ini menilai, keberpihakan terhadap PTS sudah sepatutnya dilakukan. Mengingat, kontribusi perguruan tinggi swasta sangat besar dalam memperluas akses bangku kuliah bagi masyarakat Indonesia di berbagai daerah.
Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
Oleh karena itu, Sofyan Tan berharap program-program kesetaraan ini terus diperkuat agar mutu pendidikan tinggi nasional meningkat secara merata, tanpa ada lagi anak tiri dalam ekosistem pendidikan.
Di sisi lain, Komisi X DPR RI resmi menyetujui pagu indikatif Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp64,84 triliun, serta mengawal usulan tambahan anggaran sebesar Rp17,18 triliun.
Suntikan dana besar ini diharapkan mampu mengoptimalkan program-program strategis kementerian demi menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif di seluruh Indonesia.