Kuliah Legislasi 2026, Tuti Turimayanti Bekali Mahasiswa Pemahaman Politik dan Respons Aspirasi Publik

Share
Share

Detiktoday.com – Keterampilan berorganisasi, pemahaman terhadap proses legislasi, dan kemampuan merespons aspirasi masyarakat menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam kehidupan demokrasi. Hal tersebut menjadi salah satu materi yang disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti, S.E., dalam Kuliah Legislasi 2026 di Bandung.

Kegiatan yang digelar di Bandung Techno Park, Kampus Telkom Bandung, Sabtu (17/10/2026), tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dinamika kerja lembaga legislatif sekaligus memahami tantangan dalam proses pengambilan keputusan publik.

Sebagai narasumber, Tuti mengulas proses pembentukan peraturan serta pentingnya mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dalam penyusunan kebijakan. Ia menilai, pemahaman mengenai legislasi perlu diperluas di kalangan mahasiswa agar mereka dapat melihat hubungan antara keputusan politik dan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Generasi muda perlu memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana sebuah kebijakan disusun, siapa yang terlibat, dan bagaimana masyarakat dapat memberikan masukan. Dengan begitu, mereka bisa berpartisipasi secara lebih terarah,” ujar Tuti.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat itu juga mendorong mahasiswa memanfaatkan lingkungan kampus sebagai tempat mengembangkan pemikiran kritis. Diskusi, kegiatan organisasi, dan kajian terhadap persoalan publik dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan menganalisis masalah sekaligus menyusun solusi.

Menurut Tuti, keterlibatan anak muda dalam politik tidak semata-mata berkaitan dengan keanggotaan partai atau jabatan tertentu. Partisipasi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap kebijakan pendidikan, pelayanan publik, lingkungan, dan berbagai persoalan yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

“Kritik dan masukan akan lebih kuat apabila disampaikan dengan argumentasi yang jelas serta didukung data. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk membangun tradisi berpikir kritis sekaligus menawarkan gagasan yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Dalam kuliah umum tersebut, Tuti turut menyoroti pentingnya manajemen waktu bagi mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Ia mengingatkan bahwa kegiatan organisasi harus dijalankan dengan perencanaan yang baik agar tidak mengganggu tanggung jawab akademik.

Tuti menyebut kemampuan menentukan prioritas, membagi tugas, dan menjaga komunikasi dengan sesama anggota sebagai keterampilan yang dibutuhkan dalam membangun kepemimpinan. Pengalaman berorganisasi, menurutnya, dapat menjadi ruang pembelajaran untuk menghadapi perbedaan pendapat dan menyelesaikan persoalan bersama.

Materi lainnya menyangkut penanganan aksi unjuk rasa dan respons terhadap aspirasi masyarakat. Tuti menekankan pentingnya membuka ruang dialog, mendengarkan tuntutan secara saksama, serta memahami persoalan sebelum menentukan langkah penyelesaian.

“Dalam demokrasi, penyampaian pendapat harus dihormati. Aspirasi perlu didengarkan dan dipahami agar respons yang diberikan tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar mengarah pada penyelesaian persoalan,” tutur Tuti.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *