
Detiktoday.com – Panitia Khusus (Pansus) XII DPRD Provinsi Jawa Barat terus mengintensifkan agenda pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari pembahasan kebijakan strategis daerah. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kunjungan kerja ke Kampung Adat Cireundeu di Kelurahan Leuwigajah, Kota Cimahi. Kegiatan tersebut diikuti oleh Anggota DPRD Jawa Barat, Diah Fitri Maryani, S.E., M.M., sebagai wujud komitmen legislatif dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya lokal Jawa Barat.
Kampung Adat Cireundeu dikenal luas sebagai komunitas adat yang hingga kini tetap mempertahankan singkong sebagai sumber pangan utama. Di tengah dominasi beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, warga Cireundeu konsisten menjalankan tradisi leluhur dengan mengonsumsi olahan singkong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Tradisi ini bukan hanya soal pilihan pangan, tetapi juga mencerminkan ketahanan pangan berbasis lokal sekaligus identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkap Diah.
Ia menekankan bahwa budaya tidak semata dimaknai sebagai seni pertunjukan atau peninggalan benda bersejarah. Lebih dari itu, budaya juga mencakup aspek nonfisik seperti tradisi lisan, adat istiadat, sastra, hingga pola hidup dan konsumsi masyarakat.
“Kearifan lokal yang dipraktikkan masyarakat Cireundeu menunjukkan bahwa budaya hidup dan tumbuh bersama masyarakatnya,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menjelaskan bahwa arah pemajuan kebudayaan di Jawa Barat berlandaskan nilai-nilai luhur Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh yang berakar dari filosofi Tri Tangtu dalam tradisi Sunda Priayangan. Nilai tersebut, lanjutnya, memiliki keselarasan dengan kearifan budaya di wilayah Melayu-Betawi serta Cirebon-Dermayu yang menekankan prinsip keadilan, kebijaksanaan, dan keseimbangan antara aspek spiritual, sosial, dan moral.
Lebih jauh, ia memaparkan bahwa asas pemajuan kebudayaan mencakup nilai spiritual-religius, toleransi, keberagaman, kearifan lokal, kemanusiaan, partisipasi, kebermanfaatan, keberlanjutan, kebebasan berekspresi, keterpaduan, keterbukaan, kesetaraan, hingga semangat gotong royong. Seluruh prinsip tersebut menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan lapangan ini, Pansus XII DPRD Jabar berharap dapat menyerap aspirasi masyarakat adat secara langsung serta menjadikan Kampung Adat Cireundeu sebagai contoh konkret bagaimana nilai-nilai budaya lokal mampu bertahan di tengah arus modernisasi sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Leave a comment