Jakarta, Detiktoday.com – Jajaran Pengurus Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Malaka Sari melakukan audiensi dan diterima langsung oleh Lurah Malaka Sari, Sudarna, S.IP., M.IP. Turut mendampingi Lurah dalam pertemuan tersebut, Kepala Seksi Pemerintahan Rizky, Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta jajaran perangkat pemerintah kelurahan lainnya.
Hadir dari pihak PDI Perjuangan, Sekretaris PAC PDI Perjuangan Duren Sawit sekaligus Koordinator Wilayah Malaka Sari Fransiska Sulastri, Ketua Ranting Maria Goreti, Sekretaris Surya Andra Marhasan, Wakil Sekretaris Refa Maharani, serta Bendahara Hasiholan Sinaga. Turut serta pula para Wakil Ketua, yakni Adi Mulyadi, M. Sanusi, dan Somen D.M Siregar.
Dalam pertemuan tersebut, Lurah Sudarna menegaskan aparatur pemerintahan bersama pengurus RT/RW memiliki tugas utama untuk menjaga ketertiban dan kesejahteraan warga. Salah satu yang menjadi fokus saat ini adalah Gerakan Peduli Lingkungan melalui Program Ketahanan dan Lingkungan Hidup.
“Target program ini adalah mendorong setiap RT menyediakan 1 tong sampah untuk pengelolaan sampah organik, dan setiap RW menyediakan 4 tong sampah dengan kapasitas 3 kilogram,” ujar Sudarna.
Melalui Gerakan Pemilahan Sampah ini, warga diimbau untuk memulai pemilahan sampah secara mandiri sejak dari tingkat rumah tangga. “Terutama pemilahan sampah organik atau sisa sayur yang dapat dialokasikan untuk dijadikan kompos,” imbuhnya.
Lokasi Percontohan dan Antisipasi Kamtibmas
Sudarna menuturkan, lokasi percontohan pengolahan sampah ini berada di RW 02, RW 04, dan RW 05. Khusus di RW 002, pengolahan sampah basah atau rongsok dilakukan di lahan seluas sekitar 1,5 meter untuk kapasitas 3 RT dalam pembuatan kompos. Di lokasi tersebut juga telah dibuat biopori jumbo, yang rencananya akan direplikasi ke seluruh lingkungan Kelurahan Malaka Sari.
Selain masalah lingkungan, pertemuan ini juga membahas isu Keamanan, Ketertiban Umum (Tibum), dan pencegahan tawuran. Sudarna memaparkan bahwa kondisi wilayah Malaka Sari yang terdiri dari 137 RT dan 10 RW saat ini dalam status aman dan terus dipantau.
Langkah pencegahan tawuran dilakukan lewat koordinasi aktif 4 Pilar, yaitu Polsek, TNI, Satpol PP, FKDM, bersama warga. Sudarna mengonfirmasi bahwa pergerakan massa atau tawuran kerap dihimpun melalui media sosial atau WhatsApp, namun aksi nyatanya sejauh ini bukan terjadi di area Malaka Sari.
Untuk mengeliminasi potensi gangguan kamtibmas, pihak kelurahan memberlakukan aturan jam malam. “Anak-anak diperbolehkan keluar rumah, namun jam 22.00 WIB harus sudah berada di dalam rumah,” tegasnya.
Penanganan Kriminalitas hingga Kesehatan Warga
Terkait kerawanan kriminalitas lainnya, pihak kelurahan mencatat beberapa titik yang diantisipasi, seperti area Banjir Kanal Timur (BKT) khususnya Malaka 2 yang rawan begal pada malam hari, serta kasus curatmor di RW 003. Menanggapi kejadian kriminalitas di sekitar Indomaret dan Holland Bakery, diusulkan pengetatan Siskamling dan pembatasan motor yang berkumpul pada malam hari. Sementara untuk peredaran narkoba, pihak kelurahan memastikan telah berkoordinasi dengan Polres dan segala bentuk kegiatan ilegal dipastikan ditutup serta ditindaklanjuti.
Di bidang penanggulangan banjir, area rawan genangan saat hujan deras teridentifikasi di Jl. Malaka Selatan 3 (RW 009) dan Taman Malaka. Penanganan cepat dilakukan dengan penyedotan air yang langsung dialirkan menuju BKT.
Pada sektor kesehatan, Kelurahan Malaka Sari berhasil mencatatkan kasus Demam Berdarah (DBD) terendah dari 5 kelurahan dan meraih Piala Penghargaan berkat kemandirian kader Jumantik, di mana RW 005 ditetapkan sebagai Kampung Bebas Jentik.
Sementara untuk stunting, saat ini tercatat ada 3 kasus tetap (tidak ada penambahan), dan 1 anak stunting dengan penyakit bawaan di RW 004 dilaporkan meninggal dunia. Penanganan stunting terus dikejar melalui program PMT-WEN (pemberian makanan tambahan sejak masa hamil) serta pemberian suplemen langsung bagi anak dengan penyakit bawaan. Di sisi lain, jaminan kesehatan masyarakat juga dijamin pemerintah melalui jalur PBI bersubsidi serta program jaminan ketenagakerjaan (PSJP-PPM).
Tiga Program Unggulan Kelurahan Malaka Sari
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Sudarna juga memaparkan Tiga Program Unggulan yang tengah berjalan di Kelurahan Malaka Sari, yaitu:
1. Program Pengurangan Stunting: Fokus pada optimalisasi pemberian Makanan Tambahan (PMT-WEN) bagi Ibu Hamil Risiko Tinggi guna memitigasi potensi stunting, serta penguatan manajemen pendampingan klinis bagi balita stunting yang memiliki komorbiditas.
2. Program Pemilahan Sampah: Mendorong kemandirian pengolahan sampah domestik lewat metode pemilahan sampah organik aktif menggunakan sistem lubang biopori menuju kelurahan zero-waste.
3. Program Destinasi Wisata & Pemberdayaan Ekonomi BKT (Dursa Vaganza): Memanfaatkan kawasan BKT sebagai pusat ekonomi kreatif dan UMKM lokal secara legal, dengan pengawasan ketat dari unsur 4 Pilar guna menjamin stabilitas keamanan ruang publik.
Selain ketiga program tersebut, kelurahan juga merencanakan pembuatan Green House di lahan RW 02 (samping Ramayana) sebagai sarana edukasi, serta mendorong pemuda Karang Taruna mengikuti pelatihan daerah di PPKD untuk mendapatkan sertifikat keahlian, seperti kelas barista.
Kegiatan audiensi ini diakhiri dengan salam penutup dan ucapan terima kasih yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Malaka Sari, Maria Goreti.