
Detiktoday.com – Momentum Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember dimanfaatkan Anggota DPRD Jawa Barat, Diah Fitri Maryani, SE, MM, untuk kembali menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam pembangunan sosial di Indonesia.
Mengacu pada tema global tahun 2025, “Fostering disability-inclusive societies for advancing social progress,” Diah menyampaikan bahwa kemajuan bangsa tidak akan pernah tercapai secara utuh apabila masih ada kelompok masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, yang belum memperoleh kesempatan dan hak yang setara.
“Tema ini mengingatkan kita bahwa masyarakat yang ramah disabilitas harus diwujudkan di semua sektor, mulai dari pendidikan, dunia kerja, pelayanan publik, hingga ruang partisipasi sosial dan politik,” ungkapnya.
Menurut legislator PDI Perjuangan tersebut, keberpihakan terhadap penyandang disabilitas tidak boleh diposisikan sebagai kebijakan pelengkap. Sebaliknya, inklusi harus menjadi landasan utama dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
“Kemajuan sosial tidak bisa dibicarakan selama masih ada warga yang tertinggal karena keterbatasan akses dan kesempatan,” tegasnya.
Diah juga menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah, DPRD, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas penyandang disabilitas, guna mendorong terwujudnya masyarakat yang benar-benar inklusif.

Ia mengingatkan bahwa perhatian terhadap isu disabilitas tidak boleh bersifat seremonial semata. Komitmen tersebut, kata dia, harus tercermin dalam kebijakan yang berkelanjutan, dukungan anggaran yang memadai, serta pelaksanaan yang konsisten di lapangan.
Lebih lanjut, Diah menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi penyandang disabilitas, seperti keterbatasan akses fasilitas publik, minimnya peluang kerja, serta stigma sosial yang masih kuat. Ia menilai, tantangan ini perlu dijawab melalui pembangunan infrastruktur yang aksesibel, penyediaan lapangan kerja yang setara, penguatan pelatihan vokasi, serta edukasi publik untuk mengikis diskriminasi.
“Inklusi bukan hanya soal fisik atau fasilitas, tetapi juga soal cara pandang dan kesadaran bersama,” ujarnya.
Diah Fitri berharap peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 dapat menjadi titik penguat komitmen nasional menuju pembangunan berkelanjutan yang lebih adil dan berorientasi pada kemanusiaan. Menurutnya, penyandang disabilitas harus dipandang sebagai bagian utuh dari masyarakat yang memiliki potensi dan hak untuk berkontribusi.
“Masa depan yang maju hanya bisa dibangun di atas fondasi inklusi. Masyarakat yang memberi ruang bagi semua adalah masyarakat yang benar-benar progresif,” pungkasnya.
Leave a comment