JAKARTA, Detiktoday.com – Analis di bank ternama asal Jerman, Deutsche Bank memangkas proyeksi harga emas untuk semester kedua tahun 2026 seiring menyusutnya permintaan imbas kekhawatiran investor terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
“Penetapan ulang inflasi The Fed, bersama dengan data makro AS yang tangguh, telah memainkan peran utama dalam mendorong harga emas turun,” ungkap ichael Hsueh, analis riset di Deutsche Bank dalam sebuah catatan riset, dikutip dari Kitco News, Rabu (24/6/2026).
Deutsche Bank kini memproyeksi rata-rata harga emas akan berkisar di level US$ 4.300 per troy ounce pada kuartal ketiga 2026. Prediksi itu direvisi turun lebih dari 22% dari prospek sebelumnya.
Bank tersebut memprediksi harga emas bisa rebound ke level US$ 4.800 per troy ounce pada kuartal keempat.
Hsueh menjelaskan, proyeksi harga emas untuk kuartal keempat 2026 didasarkan pada ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil di sisa tahun 2026.
Tetapi jika bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebanyak tiga hingga empat kali, harga emas dapat jatuh ke level US$ 3.800 per troy ounce.
Ia menambahkan bahwa arus keluar yang berkelanjutan dari dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung emas menunjukkan bahwa dukungan investor yang biasanya diberikan kepada emas terus menyusut.
“Satu pilar yang tetap kuat adalah permintaan bank sentral, dan kami memperkirakan hal ini akan terus berlanjut untuk beberapa waktu mendatang,” kata Hsueh.
Ia menambahkan bahwa permintaan investasi emas di Tiongkok akan tetap menjadi pilar utama dukungan reli harga, mencatat bahwa meskipun harga emas turun, premi di Bursa Emas Shanghai tetap tinggi.