Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi ll DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Romy Soekarno, menargetkan PDIP kembali menjadi partai anak muda dengan pendekatan modern dan digital untuk menggaet pemilih pemula, khususnya generasi Z (Gen Z) yang diprediksi mencapai 52 persen pada Pemilu 2029.
“Kita ingin menjadikan PDI Perjuangan seperti sebelum 1998 adalah partai anak muda,” kata Romy Soekarno kepada wartawan di sela acara reses DPR RI di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, dikutip Kamis (30/4/2026).
Keinginan cucu Soekarno itu disampaikan saat kegiatan reses di pendopo kediaman Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Supriadi alias Kuwat. Ia optimistis partainya mampu merangkul pemilih pemula, terutama Gen Z, yang jumlahnya diperkirakan akan mendominasi pada Pemilu 2029.
Dengan pendekatan yang eksplisit dan modern, PDI Perjuangan diyakini mampu menarik minat generasi muda melalui berbagai platform media sosial. Romy menekankan pentingnya pengemasan konten kebangsaan dengan cara yang lebih kekinian agar mudah diterima kalangan muda.
“Sehingga PDI Perjuangan kembali menjadi partai yang modern,” terangnya.
Selain itu, PDI Perjuangan juga akan menggencarkan berbagai kegiatan kebangsaan sebagai sarana komunikasi dengan Gen Z, seperti Soekarno Run, Banteng Festival, Banteng Milenial, hingga Banteng AI. Kegiatan yang sebelumnya banyak digelar di kota besar seperti Jakarta itu, akan diperluas ke daerah, khususnya di daerah pemilihan VI Jawa Timur yang meliputi Blitar, Kediri, dan Tulungagung.
Romy menegaskan bahwa ideologi Bung Karno harus dihadirkan dalam bentuk yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk melalui pendekatan digital yang menarik. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi modern, tetapi juga memiliki pemahaman ideologis yang kuat.
“Ya kita memang bergerak menuju partai modern,” tegasnya.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Blitar dari tingkat DPC hingga anak ranting, sebagai bagian dari upaya konsolidasi partai di daerah.