Harga Emas Kata Morgan Stanley Bakal Begini

Siap-siap Harga Emas Bisa Jeblok Segini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Penurunan harga emas baru-baru ini di bawah level US$ 4.500 per troy ounce dinilai telah membawa risiko penurunan lebih lanjut.

Dikutip dari Kitco News, Kamis (21/5/2026) analis komoditas di Societe Generale mencatat bahwa emas telah berada di bawah tekanan signifikan sejak harga menurun di bawah rata-rata pergerakan selama 50 hari (50-DMA) dua bulan lalu.

Harga emas telah mengalami penurunan setelah tergelincir di bawah 50-DMA pada bulan Maret 2026,” ungkap para analis di Societe Generale.

“Kegagalannya untuk merebut kembali momentum selama pergerakan rebound terbaru menggarisbawahi keberlanjutan tren penurunan,” bebernya.

Analis di Societe Generale kini memprediksi harga emas bisa menurun lebih lanjut hingga ke level US$ 4.350 per troy ounce.

“Pertemuan antara rata-rata pergerakan harga selama 200 hari (200-DMA) dan garis tren naik multi-tahun di dekat US$ 4.350 bisa menjadi support potensial berikutnya,” kata mereka.

“Penting untuk mengamati apakah emas dapat bertahan di atas level ini dan mencoba memantul,” tambahnya.

Para analis di Societe Generale juga menambahkan, jika terjadi rebound jangka pendek pada harga emas maka titik tertinggi logam mulia diprediksi sekitar US$ 4.685 – US$ 4.775 di level resistensi.

Pada 23 Maret 2026, Société Générale menerbitkan laporan strategi Portofolio Multi-Aset. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa untuk pertama kalinya sejak 2022, bank itu tidak lagi meningkatkan kepemilikan emas.

Dengan mengambil sikap yang lebih seimbang, bank asal Prancis tersebut mengurangi eksposur emasnya menjadi 7%, turun dari 10% pada kuartal pertama 2026.

Meskipun bank tersebut mengurangi eksposur terhadap emas, mereka tetap optimis harga logam mulia itu bisa menyentuh level US$ 6.000 per troy ounce pada akhir tahun.

Share