Sleman, Detiktoday.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, menegaskan bahwa teror api misterius yang melanda rumah warga di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, sudah masuk dalam kategori situasi darurat.
Ia pun mendesak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk segera turun tangan melakukan penelitian ilmiah secara mendalam.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Kekhawatiran ini disampaikan My Esti saat mengunjungi langsung rumah keluarga Mutfiana, salah satu warga terdampak, Sabtu (30/5/2026). Teror api yang muncul secara acak di lebih dari 50 titik selama sepekan terakhir ini dinilai bukan lagi perkara sederhana.
Apalagi, lokasi kejadian berada di kawasan permukiman padat penduduk dan sangat dekat dengan fasilitas publik yang sensitif, yaitu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
”Tentu ini harus segera ditemukan apa penyebabnya. Di samping itu, kita harus melihat kondisi kegelisahan pemilik rumah yang pasti tidak tenang. Maka, kami berharap betul ini menjadi hal yang harus sangat serius diperhatikan,” ujar My Esti, Senin (1/6/2026).
Politisi PDI Perjuangan tersebut mendorong adanya percepatan riset ilmiah yang melibatkan para ahli, akademisi, dan lembaga riset resmi. Menurutnya, jika ada indikasi kandungan gas di bawah tanah atau aliran sungai, langkah mitigasi harus segera diputuskan berdasarkan data ilmiah, bukan sekadar tebak-tebakan.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
”Sebagai mitra BRIN, kami di Komisi X akan mendesak BRIN untuk ikut terlibat dengan segala kemampuan yang dimiliki. Apalagi BRIN adalah pusatnya para peneliti andal yang kemampuannya tidak perlu diragukan lagi,” imbuh Esti, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.
Saat ini, tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN “Veteran” Yogyakarta sebenarnya sudah diterjunkan ke lapangan untuk meneliti fenomena tersebut. Namun, karena penelitian ilmiah diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan, My Esti mengingatkan pentingnya pengamanan ketat di lokasi kejadian.
Ia meminta pihak terkait untuk segera menerapkan prosedur keselamatan darurat dan penjagaan 24 jam di sekitar lokasi demi memberikan rasa aman dan melindungi keluarga terdampak dari potensi bahaya yang lebih besar.