
Detiktoday.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Tuti Turimayanti, SE, menilai peringatan Hari Lahir Kejaksaan pada 2 September 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap penegakan hukum yang berintegritas dan berkeadilan.
Menurut Tuti, tema Hari Lahir Kejaksaan 2026, “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil, dan Humanis,” memiliki pesan penting di tengah tuntutan masyarakat terhadap aparat penegak hukum yang profesional dan dapat dipercaya.
Ia mengatakan, kepercayaan publik tidak dapat dilepaskan dari kualitas penegakan hukum. Masyarakat membutuhkan proses hukum yang jelas, transparan, serta memberikan kepastian tanpa membedakan latar belakang pihak yang berhadapan dengan hukum.
“Kepercayaan masyarakat akan tumbuh ketika penegakan hukum dilakukan secara profesional, adil, transparan, dan menjunjung tinggi integritas. Ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh aparat penegak hukum,” ujar Tuti.
Legislator Jawa Barat itu menilai kejaksaan mempunyai peran strategis dalam sistem hukum nasional. Kewenangan yang dimiliki institusi tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab agar setiap keputusan maupun tindakan hukum benar-benar berlandaskan aturan yang berlaku.
Tuti juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Menurutnya, ketegasan dalam menegakkan aturan tetap harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak dan martabat manusia.
“Penegakan hukum memang harus tegas, tetapi tetap harus memperhatikan aspek kemanusiaan. Keadilan tidak hanya menyangkut proses dan putusan, tetapi juga bagaimana hukum memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat,” katanya.
Selain integritas, Tuti mendorong kejaksaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Komunikasi publik dan keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk menjelaskan berbagai proses hukum kepada masyarakat secara proporsional.
Menurutnya, keterbukaan dapat membantu masyarakat memahami mekanisme penegakan hukum sekaligus mengurangi kesalahpahaman terhadap proses yang sedang berlangsung.
Ia berharap momentum Hari Lahir Kejaksaan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperkuat profesionalisme seluruh jajaran. Perbaikan tidak hanya diperlukan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam pelayanan kepada masyarakat.
Tuti menambahkan, upaya membangun kepercayaan publik membutuhkan konsistensi dan kerja nyata. Karena itu, sinergi antara kejaksaan, lembaga negara lainnya, pemerintah daerah, serta masyarakat perlu terus diperkuat.
“Kepercayaan publik dibangun melalui kinerja yang nyata dan konsisten. Ketika hukum ditegakkan secara adil, berintegritas, dan humanis, masyarakat akan semakin yakin bahwa hukum hadir untuk memberikan keadilan,” tutur Tuti.
Ia pun berharap peringatan Hari Lahir Kejaksaan 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat reformasi penegakan hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan.









Leave a comment