Tuti Turimayanti Soroti Peran Strategis Demografi dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Share
Share

Detiktoday.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Tuti Turimayanti, SE., menilai transformasi demografi harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Tuti setelah menghadiri kuliah umum Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran (Unpad), Jumat, 4 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang 3B Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana Unpad itu mengangkat tema “Transformasi Demografi Menuju Indonesia Emas 2045: Menyelaraskan Peta Jalan Kependudukan dan Target SDGs.”

Kuliah umum tersebut menghadirkan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk atau Deputi II, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., sebagai narasumber.

Tuti mengatakan, perubahan demografi Indonesia membawa peluang sekaligus tantangan bagi pembangunan. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang mampu mengantisipasi perubahan struktur penduduk sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya manusia.

“Demografi harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menyusun kebijakan pembangunan. Perubahan jumlah, struktur, dan persebaran penduduk harus diikuti dengan kebijakan yang tepat agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Tuti.

Menurutnya, momentum bonus demografi dapat menjadi kekuatan besar untuk mencapai target Indonesia Emas 2045. Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan, kesehatan, keterampilan, serta penciptaan lapangan pekerjaan.

Tuti menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidup.

“Bonus demografi akan memberikan manfaat apabila kita memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan kesempatan kerja harus mendapatkan perhatian yang seimbang,” katanya.

Ia juga menilai peta jalan kependudukan harus memiliki keterkaitan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Perencanaan tersebut perlu memperhatikan berbagai dinamika kependudukan, mulai dari perubahan kelompok usia, urbanisasi, persebaran penduduk, hingga kebutuhan kelompok masyarakat yang rentan.

Dalam konteks Jawa Barat, Tuti melihat persoalan kependudukan menjadi isu yang penting untuk terus dibahas. Besarnya jumlah penduduk dan perkembangan berbagai kawasan membutuhkan kebijakan yang mampu menyesuaikan pembangunan dengan kondisi demografi masing-masing wilayah.

Tuti turut mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam memberikan masukan berbasis kajian dan data. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, legislatif, dan masyarakat dapat menghasilkan kebijakan kependudukan yang lebih tepat sasaran.

“Sinergi antarpemangku kepentingan sangat penting. Kajian akademik dan data kependudukan dapat menjadi dasar untuk menyusun kebijakan yang lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutur Tuti.

Ia berharap diskusi mengenai transformasi demografi terus dikembangkan sehingga Indonesia dapat memanfaatkan peluang bonus demografi secara optimal. Dengan perencanaan yang matang, perubahan demografi diharapkan menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan menuju 2045.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *