Jakarta, Detiktoday.com – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menjamin ketersediaan serta kesehatan hewan kurban di wilayahnya menjelang Iduladha dalam kondisi aman.
Kepastian ini disampaikan Danang usai meninjau Kelompok Ternak Karya Tunggal Nyamplung dan Pasar Hewan Ambarketawang pada Selasa (5/5).
Dalam tinjauannya bersama perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY dan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Danang menyoroti dinamika harga dan ketersediaan ternak di pasar.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Danang mengungkapkan adanya kenaikan harga hewan kurban yang bervariasi antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor. Namun, kenaikan harga ini dibarengi dengan peningkatan populasi ternak siap kurban.
“Jumlah ternak yang tersedia mengalami peningkatan sekitar 10 persen menjelang Iduladha tahun ini,” ujar Danang.
Berdasarkan data sementara, stok sapi saat ini mencapai 3.854 ekor, kambing 4.002 ekor, dan domba 7.811 ekor. Meski estimasi kebutuhan sapi mencapai 9.235 ekor dan domba 15.750 ekor, Danang optimis kekurangan tersebut dapat teratasi dengan baik.
“Untuk mencukupi kekurangan stok, pasokan bisa diambil dari kelompok ternak lokal di kampung-kampung, pasar tiban, hingga pembelian langsung dari luar daerah,” jelasnya.
Terkait kesehatan, Danang menegaskan bahwa Pemkab Sleman telah melakukan langkah preventif melalui Puskeswan, mulai dari pemberian vaksin hingga pemeriksaan fisik secara rutin. Fokus utama mereka adalah mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Antraks.
“Insya Allah untuk sapi aman. Namun, karena ada hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah, ini yang harus kita pantau terus secara ketat,” tambah Danang.
Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menjelaskan bahwa vaksinasi Antraks difokuskan pada wilayah perbatasan, khususnya di Kapanewon Prambanan, sementara penyemprotan disinfektan dilakukan pada setiap truk ternak yang masuk ke pasar.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Tak hanya soal kesehatan hewan, Danang Maharsa juga membawa misi lingkungan pada Iduladha kali ini. Ia mengajak masyarakat, khususnya panitia kurban, untuk meninggalkan kantong plastik dan beralih ke besek atau anyaman bambu sebagai wadah daging.
Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi beban sampah plastik di Sleman, sekaligus memberdayakan ekonomi lokal. Saat ini, Sleman memiliki 197 perajin anyaman bambu yang siap menyuplai kebutuhan besek.
“Monggo, kita gunakan besek sebagai bentuk kepedulian kita dalam menjaga lingkungan Kabupaten Sleman agar semakin nyaman,” pungkas Danang.