Soroti Birokrasi RSUD yang Berbelit, Chicha Koeswoyo Desak Pemprov DKI Sediakan Jalur Khusus Pasien Kritis

Soroti Birokrasi RSUD yang Berbelit, Chicha Koeswoyo Desak Pemprov DKI Sediakan Jalur Khusus Pasien Kritis

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Chicha Koeswoyo, melontarkan kritik tajam terhadap sistem rujukan rumah sakit di Jakarta yang dinilai masih berbelit-belit. 

Hal ini diutarakannya dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025.

Chicha menyoroti sulitnya akses birokrasi bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis mendesak, seperti penderita kanker dan pasien yang harus menjalani cuci darah. Ia menilai, efektivitas penanganan pasien rujukan di rumah sakit milik pemerintah daerah masih jauh dari maksimal.

Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo

Dalam rapat tersebut, Chicha memaparkan kasus nyata yang menimpa seorang warga berusia 18 tahun. Pasien tersebut didiagnosis menderita leukemia setelah menjalani pemeriksaan dari Puskesmas hingga dirujuk ke RSUD Kebayoran Baru. 

Namun, keterbatasan fasilitas medis dan kapasitas di RSUD tersebut membuat pasien sulit mendapatkan penanganan segera.

“Di RSUD Kebayoran Baru kapasitasnya tidak memungkinkan, alat kesehatannya juga terbatas. Bahkan untuk masuk ke ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) saja membutuhkan waktu lama. Pasien harus dikirim ke rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap, namun birokrasinya sangat sulit,” ujar Chicha dengan nada prihatin.

Baca: Masuk Parpol di Usia 24 Tahun, Ganjar: Saya Lahir dari Ideologi

Politisi PDI Perjuangan ini mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk segera menciptakan solusi cepat berupa jalur khusus bagi pasien dengan penyakit kritis. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan berkualitas tidak boleh tebang pilih dan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Bagaimana nasib warga yang tidak mampu jika jalurnya saja membingungkan? Tadi disampaikan di rumah sakit A tidak bisa, di Cipto atau Fatmawati juga sulit. Harusnya ada jalur khusus untuk penyakit spesifik tanpa melihat strata sosial mereka. Siapapun punya hak untuk dilayani dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Chicha berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui instansi terkait dapat segera memangkas rantai birokrasi yang menghambat penyelamatan nyawa pasien, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Share