JAKARTA, Detiktoday.com – Kinerja keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kuartal I-2026 terdongkrak oleh bisnis batu bara maupun non-batu bara. Hal ini tercermin dari pendapatan dan laba bersih yang tumbuh di sepanjangan Januari-Maret 2026.
Pada kuartal I-2026, BUMI mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$28,1 juta atau naik 35,2%. Sementara dari sisi pendapatan mencapai US$417,7 juta yang setara dengan kenaikan 19,7%.
Di tengah tekanan geopolitik dan volatilitas harga komoditas, BUMI tetap menjaga stabilitas operasional dengan mempertahankan tingkat produksi yang solid, sekaligus menjalankan berbagai inisiatif efisiensi biaya untuk mendukung ketahanan kinerja untuk menjaga optimalisasi margin.
Segmen batu bara saat ini masih menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan perusahaan. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan dari segmen batu bara tercatat mencapai US$348,2 juta atau naik sekitar 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan batu bara sejalan dengan peningkatan volume penjualan yang mencapai 19,1 juta ton atau tumbuh 14% year on year (yoy), dengan kontribusi kuat dari Arutmin yang mencatat pertumbuhan penjualan signifikan sebesar 37%, dan stabilitas penjualan KPC yang meningkat 5% pada kuartal pertama 2026.
Sementara itu, kontribusi dari segmen non-batu bara juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pendapatan dari emas dan perak tercatat mencapai US$69,5 juta atau naik 9,7% yoy pada kuartal pertama tahun ini. Dengan capaian tersebut, kontribusi pendapatan non-batu bara terhadap total pendapatan perusahaan mencapai sekitar 16,6%.
“Dengan harga batu bara dan emas yang masih tinggi, sentimen terhadap kinerja BUMI tentunya menjadi lebih positif. Apalagi perusahaan juga memiliki rekam jejak efisiensi operasional yang sudah cukup teruji dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Analis MNC Sekuritas, Raka Junico di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Ke depan, Raka optimistis bahwa BUMI mampu mencapai target EBITDA dari segmen batubara dan non-batu bara seimbang di tahun 2031. Hal tersebut terjadi karena BUMI dinilai agresif dalam mentransformasi bisnisnya menjadi perusahaan tambang multikomoditas lewat berbagai aksi korporasi akuisisi beberapa waktu belakangan.
Raka juga mengungkapkan bahwa BUMI sudah mengakuisisi saham tambang konsentrat tembaga Wolfram dan saham tambang emas Jubilee. Plus terbaru BUMI juga berencana mengakuisisi perusahaan tambang Australia lainnya yaitu Loyal Metals.
Menurut Raka, ekspansi anorganik yang dilakukan oleh BUMI adalah langkah strategis jangka panjang yang positif, karena melalui strategi diversifikasi risiko fluktuasi harga komoditas terutama batu bara lebih dapat di manage dan dengan demikian stabilitas serta kualitas earnings jangka menengah dan panjang menjadi lebih solid.