Hari Lahir Pancasila, Kariyasa Adnyana Ingatkan Bahaya Fanatisme Berlebihan dan Pentingnya Merawat Toleransi

Hari Lahir Pancasila, Kariyasa Adnyana Ingatkan Bahaya Fanatisme Berlebihan dan Pentingnya Merawat Toleransi

Share
Share

Singaraja Detiktoday.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. 

Terlebih, di tengah berdekatannya sejumlah perayaan hari besar keagamaan, masyarakat diimbau untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan pemersatu, bukan pemicu perpecahan.

Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, menegaskan bahwa Pancasila harus senantiasa menjadi pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengamanatkan pentingnya sikap saling menghormati dan merawat toleransi antarumat beragama.

Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri

“Hambatan terbesar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara salah satunya adalah persoalan toleransi serta adanya sikap fanatik agama yang berlebihan,” ujar Kariyasa saat memberikan keterangan di Singaraja, Selasa (2/6).

Politisi asal Kabupaten Buleleng tersebut menilai, para pemimpin di seluruh tingkatan pemerintahan perlu menghadirkan program-program konkret yang mampu memperkuat semangat kebihnekaan dan moderasi beragama di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan strategis yang diambil pemerintah harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

Lebih lanjut, Kariyasa mencontohkan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri atas beragam suku, agama, budaya, dan bahasa, namun tetap mampu hidup berdampingan secara harmonis. Kondisi ini dinilainya jauh lebih stabil dibandingkan dengan sejumlah negara lain yang hingga kini masih didera konflik sosial serta pertentangan antarkelompok berkepanjangan.

Oleh sebab itu, Kariyasa memandang penguatan ideologi Pancasila pada era kontemporer menjadi sangat fundamental demi menjaga stabilitas keamanan dan masa depan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa konflik yang dipicu oleh benturan ideologi maupun sentimen sektarian selalu membawa dampak destruktif yang merugikan masyarakat luas.

Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

“Indonesia ini terdiri atas banyak pulau, suku, bahasa, dan latar belakang budaya. Oleh karena itu, ideologi Pancasila hadir sebagai perekat utama yang menjaga kita tetap utuh,” katanya menambahkan.

Di sisi lain, legislator yang membidangi urusan agama dan sosial ini tidak menampik bahwa bangsa Indonesia masih dihadapkan pada tantangan domestik yang nyata, mulai dari persoalan kemiskinan hingga fluktuasi ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat kelas bawah. Untuk mengatasi kompleksitas persoalan tersebut, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong.

Menurutnya, nilai gotong royong merupakan falsafah hidup dan jati diri asli bangsa yang harus diaktualisasikan sebagai modal sosial dalam menghadapi berbagai krisis nasional. Dengan komitmen persatuan yang kokoh dan kepatuhan pada nilai-nilai Pancasila, berbagai tantangan seberat apa pun diyakini akan dapat dilewati bersama.

“Semua pihak, baik pemerintah, tokoh agama, maupun masyarakat sipil, harus bergotong royong dan bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan sosial-ekonomi yang masih dihadapi masyarakat saat ini,” kata Kariyasa menegaskan.

Share