Buka Sejarah Rangkasbitung, Bonnie Triyana Ungkap 3 Kunjungan Bung Karno Bakar Semangat Rakyat Lebak

Buka Sejarah Rangkasbitung, Bonnie Triyana Ungkap 3 Kunjungan Bung Karno Bakar Semangat Rakyat Lebak

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota DPR R, Bonnie Triyana, mengungkapkan fakta sejarah bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, tercatat pernah tiga kali mengunjungi Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

​Dalam ketiga kunjungan bersejarah tersebut, Bung Karno selalu berpidato di hadapan massa di Alun-Alun Rangkasbitung untuk membakar semangat rakyat sekaligus menyebarkan gagasan besarnya, atau yang dikenal sebagai Konsepsi Sukarno.

​“Rangkasbitung kerap dikunjungi Bung Karno untuk menyebarkan konsepsi kepemimpinannya. Konsepsi itu—mulai dari nasionalisme, anti-imperialisme, hingga persatuan bangsa—sampai sekarang tetap menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Bonnie saat membuka gelaran Bulan Bung Karno 2026 di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Selasa (2/6/2026).

​Sejarawan yang kini duduk di Senayan ini menegaskan, di tengah hantaman arus globalisasi yang kian deras, ajaran Sukarno mengenai nasionalisme justru semakin relevan dan mendesak untuk terus diamalkan oleh generasi muda.

​Oleh karena itu, peringatan Bulan Bung Karno di Lebak tahun ini sengaja dikonsep bukan sekadar sebagai perayaan seremonial, melainkan sebagai ruang refleksi ideologis bagi masyarakat setempat.

​“Bulan Bung Karno ini kami gelar untuk merawat warisan intelektual dan ajaran beliau, serta memastikan nilai-nilai tersebut hidup dalam praktik sehari-hari,” tegas legislator dari daerah pemilihan Banten I (Pandeglang-Lebak) tersebut.

​Guna menghidupkan kembali pemikiran Sang Proklamator, Bonnie menjelaskan bahwa rangkaian acara Bulan Bung Karno 2026 akan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan budaya. Mulai dari diskusi sejarah, pemutaran film dokumenter, pameran foto-foto langka, hingga festival kuliner khas Lebak.

​“Ada beragam acara yang seluruhnya menghadirkan para pakar di bidangnya masing-masing. Sekali lagi, target utamanya adalah merawat ingatan kita tentang Bung Karno, bukan sekadar figur fisiknya, melainkan gagasan dan pemikirannya yang visioner untuk bangsa ini,” pungkas Bonnie.

Share