
Detiktoday.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada pada kisaran 20–25 hari. Ia menegaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan gangguan pasokan, melainkan keterbatasan kapasitas penyimpanan di dalam negeri.
Menurut Bahlil, fasilitas storage yang tersedia saat ini hanya mampu menampung kebutuhan BBM untuk sekitar tiga hingga empat pekan. Angka tersebut, kata dia, sudah lama menjadi rata-rata nasional dan masih berada dalam batas standar minimum.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Ia menjelaskan bahwa penambahan cadangan hingga di atas 25 hari terkendala ruang penyimpanan yang belum mencukupi.
Dalam forum Dewan Energi Nasional, Bahlil menyebut stok BBM nasional umumnya berada di rentang 22–23 hari. Ia meminta masyarakat tidak keliru memahami situasi tersebut.
“Bukan karena kita tidak mampu menyediakan lebih, tetapi kapasitas tangki penyimpanan memang terbatas,” ujarnya.
Untuk memperkuat ketahanan energi, pemerintah disebut telah mendapatkan arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk mempercepat pembangunan fasilitas storage baru. Targetnya, kapasitas cadangan energi nasional dapat ditingkatkan hingga mampu menopang kebutuhan selama tiga bulan, sesuai praktik standar global.
Isu mengenai cadangan BBM kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya tensi geopolitik, khususnya setelah konflik antara Iran dengan Israel serta keterlibatan Amerika Serikat. Perbandingan dengan Jepang yang memiliki cadangan energi jauh lebih besar turut mencuat, meski Indonesia memiliki kondisi geografis dan sistem energi yang berbeda.
Leave a comment