JAKARTA, Detiktoday.com – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memiliki banyak katalis yang bisa terus mendongkrak kinerja. Muncul update rekomendasi dan target harga saham BRMS.
BRMS membukukan pendapatan kuartal I-2026 sebesar US$ 69 juta, naik 5,6% qoq atau 9,7% yoy. Hal itu ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) emas, meskipun volume penjualan sedikit menurun akibat aktivitas pushback – pengupasan lapisan tanah penutup untuk mengakses cadangan bijih – di tambang River Reef.
“Laba bersih BRMS melonjak 44,8% qoq menjadi US$ 18 juta, namun masih di bawah estimasi kami (19,7%) dan konsensus pasar (18,4%),” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana dalam risetnya, yang dikutip pada Selasa (5/5/2026).
Bumi Resources Minerals (BRMS) memiliki beberapa katalis utama yang akan mendorong pertumbuhan kinerja. Pertama, penyelesaian aktivitas pushback di River Reef pada Mei-Juni 2026.
Kedua, ekspansi pabrik pertama carbon in leach (CIL) di Citra Palu Mineral dari kapasitas 500 ton per hari (tpd) menjadi 2.000 tpd pada Oktober 2026.
Ketiga, proyek tambang bawah tanah yang diperkirakan menghasilkan kadar emas lebih tinggi sebesar 3,5-4,9 gram per ton (g/t) pada kuartal IV-2027.
Keempat, potensi eksplorasi tambahan dari Gorontalo Minerals melalui program pengeboran yang diperluas.
Kelima, eksplorasi lanjutan di aset lain seperti Suma Heksa Sinergi (SHS), Linge Mineral Resources (LMR), dan Dairi Prima Mineral (DPM) yang memperkuat profil pertumbuhan multi-aset BRMS.
“Inisiatif tersebut diperkirakan bakal meningkatkan produksi emas BRMS menjadi 76 ribu ons atau meningkat 6,1% yoy pada 2026,” ungkap Ashalia.
KB Valbury Sekuritas juga merevisi proyeksi harga emas 2026, 2027, dan 2028 menjadi US$ 4.800, US$ 4.850, dan US$ 4.900 per ons. Proyeksi harga perak juga direvisi menjadi US$ 70, US$ 71, dan US$ 73 per ons. Ini mencerminkan sentimen pasar yang kuat serta volatilitas berkelanjutan pada logam mulia.
Target Harga Saham BRMS