Nasib Harga Emas Dibongkar, Bakal Jadi Segini

Harga Emas Ambruk, Timur Tengah Memanas Picu Aksi Jual BesarHarga Emas Ambruk, Timur Tengah Memanas Picu Aksi Jual Besar

Share
Share

Lonjakan harga energi turut memperbesar kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral, termasuk The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sejumlah lembaga keuangan, termasuk Barclays, bahkan mulai memproyeksikan bahwa The Fed tidak akan melakukan pelonggaran kebijakan sepanjang tahun ini. Pekan lalu, The Fed juga mempertahankan suku bunga dalam keputusan yang disebut paling terpecah sejak 1992, di tengah kekhawatiran dampak kenaikan harga energi terhadap ekonomi.

Fokus pasar kini tertuju pada sejumlah data ekonomi penting AS pekan ini, seperti data lowongan kerja, laporan ketenagakerjaan ADP, serta data payrolls April.

Secara teori, emas biasanya menjadi aset lindung nilai (safe haven) saat terjadi ketidakpastian geopolitik dan inflasi. Namun, dalam kondisi suku bunga tinggi, daya tarik emas cenderung menurun karena tidak memberikan imbal hasil (yield).

“Saya melihat area support kuat di sekitar US$ 4.200 per ons troi. Namun ketidakpastian serta kemungkinan kenaikan suku bunga dapat mendorong sebagian trader keluar dari posisi dalam jangka pendek,” tambah Melek.

Tekanan di pasar tidak hanya terjadi pada emas. Logam mulia lainnya juga ikut terkoreksi, yaitu perak jeblok 3,5% ke US$ 72,67 per ons, platinum ambles 2,2% ke US$ 1.946,15 per ons, dan palladium terpangkas 3% ke US$ 1.478,74 per ons

Share