Harga Emas Digital Hari Ini, Selasa 21 April 2026: TerjerembapHarga Emas Digital Hari Ini, Selasa 21 April 2026: Terjerembap

Harga Emas Menuju Keuntungan Mingguan di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Share
Share

BENGALURU, Detiktoday.com – Harga emas merangkak naik pada perdagangan Jumat (8/5) dan bersiap mencatatkan keuntungan mingguan. Kenaikan ini didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan suku bunga tinggi, seiring optimisme investor terhadap prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Emas spot terpantau naik 0,7% ke level US$ 4.715,49 per ons pada pukul 04.07 GMT. Secara keseluruhan, logam mulia ini telah membukukan penguatan sebesar 2,2% sepanjang pekan ini. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga naik 0,3% ke level US$ 4.725 seperti dipantau Reuters, Jumat (8/5/2026).

Meskipun terjadi insiden baku tembak antara AS dan Iran pada Kamis (7/5/2026) yang menjadi ujian terberat bagi gencatan senjata selama sebulan terakhir, pasar tampak tetap tenang. Iran menyatakan situasi telah kembali normal, sementara AS menegaskan tidak ingin memperburuk eskalasi.

“Pernyataan dari pemerintahan Trump pagi ini bahwa gencatan senjata tetap terjaga dan adanya optimisme yang tersisa mengenai kesepakatan antara kedua negara menjadi pendukung pasar emas saat ini,” ujar analis pasar keuangan senior di Capital.com Kyle Rodda, Jumat.

Dinamika Suku Bunga dan Inflasi

Harga emas telah terkoreksi lebih dari 10% sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu, terutama akibat tekanan lonjakan harga minyak mentah. Harga minyak yang tinggi biasanya memicu inflasi, yang kemudian meningkatkan peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), emas cenderung tertekan saat suku bunga tinggi. Namun, saat ini investor mulai melihat peluang stabilitas jika kesepakatan diplomatik tercapai.

Menanti Data Tenaga Kerja AS

Fokus pasar kini beralih pada laporan ketenagakerjaan bulanan AS atau Non-farm Payrolls yang akan dirilis hari ini. Data tersebut sangat krusial bagi investor untuk memprediksi langkah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) di sisa tahun ini.

Survei Reuters memperkirakan adanya penambahan 62.000 lapangan kerja pada bulan lalu, setelah sempat bangkit dengan penambahan 178.000 pada Maret 2026.

Emas telah lama dianggap sebagai aset perlindungan nilai (safe haven) utama saat terjadi ketidakpastian global. Sejak awal tahun 2026, volatilitas harga emas sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: eskalasi militer di Timur Tengah dan kebijakan suku bunga ketat dari bank sentral dunia.

Konflik yang melibatkan Selat Hormuz memberikan tekanan ganda bagi pasar emas. Di satu sisi, ketegangan perang mendorong investor beralih ke emas untuk keamanan. Di sisi lain, dampak perang yang memicu kenaikan harga minyak dunia membuat biaya hidup (inflasi) melonjak, yang memaksa suku bunga tetap tinggi. Kondisi ini yang biasanya kurang menguntungkan bagi emas.

Oleh karena itu, perkembangan meja perundingan di Islamabad dan status gencatan senjata menjadi indikator paling krusial bagi para pelaku pasar untuk menentukan arah pergerakan harga logam mulia dalam jangka pendek maupun menengah.

Share