Harga Minyak Anjlok Parah, Pasar Optimistis Kesepakatan Iran Segera TercapaiHarga Minyak Anjlok Parah, Pasar Optimistis Kesepakatan Iran Segera Tercapai

Harga Minyak Anjlok Parah, Pasar Optimistis Kesepakatan Iran Segera TercapaiHarga Minyak Anjlok Parah, Pasar Optimistis Kesepakatan Iran Segera Tercapai

Share
Share

HOUSTON, Detiktoday.comHarga minyak dunia ditutup anjlok pada perdagangan Kamis (4/6/2026), seiring meningkatnya harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup turun US$ 2,78 (2,84%) ke level US$ 95,03 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot US$ 2,98 (3,1%) menjadi US$ 93,04 per barel.

Sentimen pasar membaik setelah Israel dan Lebanon pada Rabu malam waktu setempat menyatakan sepakat untuk menerapkan gencatan senjata. Perkembangan tersebut memunculkan harapan bahwa pembicaraan damai antara Washington dan Teheran dapat kembali berlanjut.

Iran sebelumnya mensyaratkan penghentian konflik antara Israel dan Hizbullah, kelompok yang didukung Teheran di Lebanon, sebagai bagian dari proses menuju kesepakatan yang lebih luas.

“Pasar kembali memberikan bobot penuh pada harapan penyelesaian konflik. Kekhawatiran terhadap pasokan minyak saat ini nyaris tidak diperhitungkan oleh pelaku pasar,” ujar Mitra Again Capital John Kilduff.

Menurut dia, perkembangan terbaru antara Israel dan Lebanon telah mengikis sentimen bullish yang sebelumnya mendorong harga minyak.

Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak sempat melonjak sekitar 2% setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan Iran ke Kuwait dan operasi militer AS di dekat Selat Hormuz.

Namun, optimisme terhadap perdamaian kembali mendominasi pasar. Senior Vice President Trading BOK Financial Dennis Kissler mengatakan kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon berpotensi membuka jalan bagi kelanjutan negosiasi antara AS dan Iran.

Ia menambahkan, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz masih sangat terbatas. Meski demikian, sejumlah kapal mulai bergerak mendekati Teluk Persia, yang dinilai sebagai sinyal bahwa jalur strategis tersebut berpotensi kembali dibuka dalam waktu dekat.

Pasokan Masih Ketat

Share