Hari Santri Nasional, Tuti Turimayanti Dorong Generasi Muda Jadi Teladan Kerukunan di Masyarakat

Share
Share

Detiktoday.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti, S.E., menilai keterlibatan santri dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang maju. Selain memperdalam ilmu agama, santri diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang baik, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.

Hal tersebut sejalan dengan peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober. Tahun ini, peringatan tersebut mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, yang mengingatkan pentingnya peran santri dalam memperkuat kehidupan bangsa melalui ilmu, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tuti mengatakan, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan ekonomi. Kemampuan masyarakat untuk menjaga persaudaraan di tengah perbedaan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan kehidupan yang aman dan sejahtera.

“Santri memiliki bekal nilai keagamaan yang dapat menjadi landasan untuk membangun hubungan sosial yang sehat. Saya berharap nilai tersebut diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, dan kesediaan untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat,” ujar Tuti.

Legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Bandung Barat itu juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda. Informasi yang beredar dengan cepat di media sosial dapat memengaruhi cara masyarakat memandang suatu persoalan, termasuk ketika muncul perbedaan pendapat.

Menurut Tuti, santri perlu memiliki kecakapan dalam menyikapi informasi sekaligus menjaga etika ketika berkomunikasi di ruang digital. Sikap kritis dan kehati-hatian diperlukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terbukti kebenarannya.

“Jangan sampai perbedaan pandangan membuat hubungan antarsesama menjadi renggang. Santri harus mampu menunjukkan bahwa persoalan dapat diselesaikan melalui dialog, sikap saling menghargai, dan cara-cara yang damai,” katanya.

Tuti turut mendorong para santri untuk mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang menjawab kebutuhan masyarakat. Mereka dapat berkontribusi melalui kegiatan pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, pendampingan warga, maupun berbagai aktivitas kemasyarakatan yang memperkuat solidaritas.

Ia menambahkan, upaya memperluas kontribusi santri perlu didukung oleh lingkungan pendidikan yang memadai. Pesantren, pemerintah, keluarga, dan masyarakat diharapkan dapat membangun kerja sama agar santri memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang dipelajari.

“Santri jangan hanya menjadi penonton dalam perubahan. Mereka bisa hadir sebagai penggerak kebaikan, menjaga persaudaraan, dan membantu menyelesaikan persoalan di lingkungannya,” tutur Tuti.

Ia berharap Hari Santri Nasional menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial. Dengan semangat persatuan dan pengabdian, santri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *