Momentum Hari Kesehatan Dunia 2026, Tuti Turimayanti Tekankan Kolaborasi dan Peran Sains dalam Layanan Kesehatan

Share
Share

Detiktoday.com – Peringatan Hari Kesehatan Dunia 2026 dimanfaatkan Anggota DPRD Jawa Barat, Tuti Turimayanti, SE, sebagai momentum untuk memperkuat komitmen peningkatan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah. Ia menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif mengusung semangat “Bersama untuk Kesehatan, Dukung Sains” sebagai landasan menghadapi tantangan sektor kesehatan ke depan.

Menurut Tuti, pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, tenaga medis, akademisi, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Peringatan harus menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah tanggung bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan kesehatan harus berpijak pada ilmu pengetahuan dan hasil riset agar lebih efektif dalam implementasinya. terhadap inovasi dan teknologi dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di era digital saat ini.

“Pendekatan berbasis sains penting agar setiap program kesehatan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Tuti.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat ketimpangan layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil. Oleh karena itu, DPRD Jawa Barat terus mendorong penguatan fasilitas kesehatan, pemerataan tenaga medis, serta optimalisasi layanan berbasis digital guna memperluas jangkauan pelayanan.

Selain itu, Tuti mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui langkah preventif. Edukasi mengenai vaksinasi, pola makan sehat, serta pemeriksaan rutin dinilai perlu terus digencarkan sebagai bagian dari upaya berbasis sains yang terbukti efektif.

“Kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat dan mengikuti anjuran medis harus terus ditingkatkan. Ini adalah langkah sederhana namun berdampak besar,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor kesehatan harus tercermin dalam kebijakan anggaran yang memadai, termasuk untuk pengembangan riset dan inovasi di bidang kesehatan.

“Kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Dengan sinergi dan dukungan sains, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” tutup Tuti.

Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat sama dan mengambil langkah nyata dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *