Bandung, Detiktoday.com – DPD PDI Perjuangan Jawa Barat secara resmi memulai seleksi pemain sepak bola U-17 untuk pembentukan tim “Banteng Jabar”.
Skuad ini dipersiapkan untuk bertanding dalam ajang nasional Soekarno Cup 2026 yang akan berlangsung pada Agustus mendatang.
Proses penjaringan talenta muda ini dilaksanakan secara serentak di dua lokasi utama, yaitu Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung) untuk wilayah Bandung Raya, dan Stadion Patriot Candrabhaga (Kota Bekasi) untuk wilayah Bekasi dan Bogor Raya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa agenda ini merupakan komitmen berkelanjutan dari partainya dalam mengawal pembinaan atlet muda di daerah, bukan sekadar panggung politik musiman.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
“Soekarno Cup ini sejatinya adalah liga kampung U-17. Alhamdulillah, ini sudah memasuki tahun ketiga yang dilaksanakan PDI Perjuangan secara nasional,” ujar Ono setelah membuka seleksi di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (16/5).
Ono menjelaskan, pemilihan cabang olahraga sepak bola didasari atas filosofi olahraga rakyat yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui kompetisi ini, PDI Perjuangan ingin menghidupkan kembali semangat nation and character building yang dulu diusung oleh Bung Karno, seperti saat menyatukan bangsa-bangsa lewat Asian Games 1962 dan GANEFO.
“Melalui sepak bola, anak-anak muda Jawa Barat diajarkan arti sportivitas, kepemimpinan, dan yang paling utama adalah gotong royong,” tutur politisi asal Indramayu tersebut.
Pada edisi perdana tahun 2024 di Jakarta, gelar juara diraih oleh tim Provinsi Bali. Pada tahun berikutnya, giliran Jawa Timur yang sukses mengangkat trofi di rumah sendiri. Untuk edisi Agustus 2026, Jawa Timur kembali ditunjuk menjadi tuan rumah yang akan mempertemukan tim dari 16 provinsi, termasuk Jawa Barat.
Untuk menghadapi turnamen tersebut, Ono membeberkan bahwa formasi Banteng Jabar akan diisi oleh 20 pemain U-17 dan diperkuat oleh 5 pemain senior. Seluruh pemain yang didaftarkan wajib berstatus amatir dan belum pernah terikat kontrak dalam regulasi liga profesional.
“Intinya semua pemain amatir. Kami ingin membangun kesadaran bahwa generasi muda membutuhkan wadah pembinaan karakter, persatuan, dan sportivitas,” tambahnya.
Antusiasme peserta pada hari pertama seleksi di Stadion Si Jalak Harupat tergolong tinggi. Dari 100 pendaftar, sebanyak 90 pemain langsung hadir untuk mengikuti seleksi. Proses seleksi kemudian dilanjutkan di wilayah Bekasi dengan target 100 peserta. Secara keseluruhan, terdapat 214 talenta muda yang terdata siap memperebutkan posisi di dalam tim.
Sebagai rencana jangka panjang, DPD PDI Perjuangan Jabar juga tengah menyiapkan cetak biru (blueprint) kompetisi internal tingkat provinsi pada tahun depan. Kompetisi tersebut rencananya akan melibatkan 27 kabupaten/kota di bawah koordinasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) masing-masing.
“Targetnya jelas, kami ingin melahirkan atlet nasional. Bahkan, saya berharap PDI Perjuangan Jabar ke depan memiliki klub sepak bola sendiri yang dapat berkompetisi di liga nasional,” kata Ono.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Senada dengan Ono, Manajer Tim Banteng Jabar, Hengky Kurniawan, menilai pemilihan kategori usia di bawah 17 tahun merupakan langkah strategis karena menjadi fase krusial dalam perkembangan karier seorang pesepak bola. Mantan Bupati Bandung Barat ini berharap skuad Jabar mampu meraih hasil maksimal dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Hengky menambahkan, partai politik memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, salah satunya melalui jalur olahraga.
“Kami ingin memberikan ruang kreatif untuk anak-anak muda agar energi mereka tersalurkan ke lini yang positif. Lewat sepak bola, kita bangun mentalitas yang sehat dan tangguh,” pungkas Hengky.
Aksi seleksi pemain ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan guna menyaring komposisi terbaik sebelum tim memasuki pemusatan latihan intensif.