Detiktoday.com, PALEMBANG – Rohma (24), adik korban tewas kecelakaan bus ALS BK-7778-DL bertabrakan dengan truk tanki BG-8196-QB di Muratara ini, dengan teliti mencari keberadaan kakak kandung dan keluarganya saat berada di RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan data kepolisian, Aldi Sulistiawan ini berangkat merantau ke Pekanbaru Riau, bersama istrinya, Rani serta anak balita bernama Bella berumur 1,5 tahun.
Rohma yang merupakan warga Way Tuba, Way Kanan, Lampung ini mengatakan, kakaknya ini berangkat tanpa pamit, ketika di dalam bus ALS barulah memberikan kabar.
“Kakak kandung saya ini tidak pamit. Saya tahu mereka berangkat saat sudah di bus. Terakhir bertemu dua hari lalu,” ungkap Rohma dengan berlinang air mata, Kamis, 7 Mei 2026.
Rohma menambahkan kalau kakaknya pernah bercerita mau pergi merantau bersama keluarganya ke Pekanbaru, tapi karena berjarak lumayan jauh rumahnya jadi tidak berkabar.
“Saya dapat kabar atas musibah ini dari bapak kami sendiri, kalau mobil yang kakak tumpangi terbakar. Bapak kami sendiri tahu dari berita. Dari itu, kami langsung ke loket agen bus, untuk memastikan identitas, ternyata benar adanya kecelakaan dan ada korban jiwa,” jelasnya.
Tak buang waktu, Rohma dan berserta keluarga langsung bertolak ke RSUD di Muratara, namun telat lantaran jenazah-jenazah telah menuju ke RS Bhayangkara M Husin Palembang.
“Kami sampai pukul 05.00 WIB, di RS Bhayangkara M Husin Palembang, namun para korban sudah dibawa masuk keruangan pendingan oleh petugas, jadi tidak sempat lagi,” tandasnya.
Pihak rumah sakit telah menerima 16 kantong jenazah korban kecelakaan dan seluruhnya langsung ditempatkan di ruang pendingin sambil menunggu proses identifikasi lebih lanjut.
RS Bhayangkara M Husin bersama Polda Sumsel telah membentuk tim DVI untuk mempercepat proses identifikasi korban. Tim forensik RS Bhayangkara akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan awal sambil menunggu kedatangan tim DVI Mabes Polri dari Jakarta.
Proses identifikasi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Untuk sementara akan dilakukan oleh dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel sambil menunggu tim dari Jakarta tiba.
Pihak rumah sakit juga membuka posko pengaduan keluarga korban. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diminta segera datang ke posko untuk memberikan data pendukung yang dapat membantu proses identifikasi.
Pihak kepolisian mengimbau pihak keluarga yang merasa kehilangan agar datang ke posko DVI. Mohon membawa dokumen pendukung seperti KTP, kartu keluarga, ijazah, rekam medis, data gigi, atau ciri khusus korban lainnya.