Tasikmalaya, Detiktoday.com – Persoalan penumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya kembali mencuat setelah para sukarelawan pemungut sampah (sukwan) sempat menghentikan aktivitas mereka.
Kondisi ini memicu desakan dari DPRD Kota Tasikmalaya agar pemerintah daerah segera memberikan kepastian kesejahteraan bagi para pekerja lapangan tersebut.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, pelayanan pengangkutan sampah tidak akan berjalan optimal jika kebutuhan dasar para sukwan diabaikan.
Baca: Ganjar Pranowo Dinilai Punya Keberanian Ambil Risiko Selesaikan
“Para sukwan ini memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Jika kesejahteraan mereka diperhatikan, mereka tentu akan bekerja lebih fokus,” ujar Kepler saat ditemui di Ruang Fraksi DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (11/5).
Kepler menjelaskan bahwa selama ini mayoritas sukwan hanya mengandalkan pendapatan dari hasil memilah sampah bernilai jual. Minimnya apresiasi terhadap kondisi mereka dinilai berdampak langsung pada semangat dan produktivitas di lapangan.
Ia menegaskan bahwa peran sukwan sangat vital. Tanpa dukungan mereka, beban petugas kebersihan resmi akan semakin berat dan penumpukan sampah di ruang publik menjadi sulit dihindari.
“Mereka adalah garda terdepan dalam penanganan sampah. Kalau tidak diperhatikan, persoalan sampah akan terus berulang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kepler mendorong pemerintah daerah untuk melahirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada para sukwan. Ia mengusulkan beberapa poin solusi, di antaranya:
– Pemberian insentif yang layak.
– Penyediaan jaminan sosial.
– Program peningkatan kapasitas kerja.
Baca: 9 Jejak Gemilang Ganjar Pranowo Pimpin Jawa Tengah
Ia mengingatkan Pemkot agar tidak terus bergantung pada semangat sukarela tanpa adanya kepastian kesejahteraan. Terlebih, banyak masyarakat yang mengira para sukwan adalah pegawai pemerintah, padahal status mereka hanyalah sukarelawan.
“Penumpukan sampah yang terjadi beberapa hari terakhir adalah bukti bahwa peran sukwan tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini akan terus berulang dan berdampak buruk pada kesehatan lingkungan serta kenyamanan masyarakat,” pungkas Kepler.
Selain menuntut aksi nyata pemerintah, ia juga mengajak masyarakat untuk mulai mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dari hulu ke hilir.