Maraknya Begal di Jakarta Indikator Kuat Tekanan Sosial-Ekonomi di Perkotaan

Maraknya Begal di Jakarta Indikator Kuat Tekanan Sosial-Ekonomi di Perkotaan

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Gilang Dhielafararez, menilai maraknya aksi begal di Jakarta tidak hanya harus dipandang sebagai persoalan keamanan, tetapi juga menjadi indikator kuat adanya tekanan sosial-ekonomi di wilayah perkotaan. 

Menurutnya, penanganan kejahatan jalanan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penegakan hukum hingga pembenahan faktor sosial yang menjadi akar persoalan.

“Patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal,” kata Gilang Dhielafararez, dikutip Jumat (29/5/2025).

Gilang menjelaskan, penindakan terhadap aksi kejahatan jalanan seperti begal juga harus dibarengi dengan pembenahan infrastruktur pendukung keamanan, seperti penerangan jalan umum dan pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan kriminalitas.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan mengingat masyarakat saat ini tengah dihantui rasa khawatir akibat maraknya kasus begal, khususnya di wilayah Jakarta Barat. Kondisi itu juga ramai diperbincangkan di media sosial melalui tagar “Jakarta Darurat Begal” yang mencerminkan keresahan publik terhadap situasi keamanan jalanan.

Ia juga menyoroti pentingnya memberantas pasar penadah barang curian yang dinilai turut memperbesar peluang terjadinya tindak kejahatan. Menurut Gilang, keberadaan jaringan penadah menjadi salah satu faktor yang membuat aksi kriminal jalanan terus berulang.

Mengingat, tak sedikit warga Jakarta yang membagikan pengalaman mereka saat menjadi korban atau dihadang begal. Bahkan, berbagai tips untuk menghindari aksi kejahatan tersebut kini ramai beredar di media sosial. Gilang menilai kondisi tersebut menunjukkan tingkat kekhawatiran masyarakat yang semakin tinggi.

“Dan kasus begal yang beraksi hingga ratusan kali dalam beberapa bulan juga menjadi bukti adanya celah serius dalam deteksi dini dan pemetaan pelaku. Faktor ini harusnya mendapat intervensi penanganan,” ucap legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah II itu.

Gilang menegaskan, lonjakan kriminalitas jalanan harus dibaca secara lebih luas, bukan hanya sebagai persoalan keamanan semata. Menurutnya, tekanan ekonomi dan ketimpangan sosial di perkotaan turut menjadi faktor yang memengaruhi meningkatnya tindak kriminal.

“Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan berpotensi terus berulang,” ujar Gilang.

Di sisi lain, Gilang juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di jalan, terutama pada malam hari. Ia mendorong warga untuk terus memantau perkembangan informasi mengenai modus-modus kejahatan begal agar dapat mengantisipasi potensi ancaman.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya menghindari melintasi jalanan yang sepi atau minim penerangan seorang diri, terutama pada larut malam. Ia juga menyarankan warga membawa perlengkapan pengaman diri seperti pepper spray, khususnya di wilayah yang dianggap rawan kriminalitas seperti Jakarta Barat yang bahkan dijuluki “Gotham City” oleh warganet.

“Saat berada dalam situasi terdesak dan nyawa terancam, tetap utamakan keselamatan diri,” pungkas politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.

Share