JAKARTA, Detiktoday.com – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditutup melemah 2,88% ke Rp 4.050 pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026). Tapi saham BMRI malah diserok investor asing.
Sebanyak 287,27 juta saham BMRI diperdagangkan, frekuensi 51.731 kali, dan nilai transaksi Rp 1,17 triliun. Investor asing membukukan net buy di saham emiten big bank ini Rp 72,14 miliar.
Saham Bank Mandiri tiba-tiba membukukan net buy asing setelah pada enam hari bursa sebelumnya selalu dihantam net sell asing.
Secara valuasi, saham BMRI lagi murah-murahnya. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) BMRI 1,24 kali atau hampir setara -2 PBV standard deviation BMRI tiga tahun terakhir 1,23 kali.
Dan price earning ratio (PER) 6,46 kali (TTM), juga hampir setara dengan -2 PE standard deviatioan BMRI 3 tahun terakhir.
MNC Sekuritas menyebutkan saham BMRI terkoreksi 2,88% ke 4.050 disertai dengan munculnya tekanan jual.
Broker efek tersebut merekomendasikan buy on weakness saham Bank Mandiri di kisaran 3.880-4.010. Dengan target harga 4.220 dan 4.320. Stoploss jika saham ini turun ke 3.860.
Sebelumnya BMRI membayarkan dividen final tahun buku 2025 senilai total Rp 35,14 triliun atau Rp 376,95 per saham pada hari Senin (25/5/2026).
Adapun daftar pemegang saham yang berhak atas dividen final BMRI ini per 12 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Sedangkan, cum date dividen Bank Mandiri pada 8 Mei 2026. Saat itu, harga saham BMRI ditutup di level Rp 4.630, sehingga yield dividen finalnya 8,14%.