Ada Aksi Jual Emas Besar-besaran

Aksi Beli Emas Mulai Melambat

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comAksi beli emas oleh perusahaan kripto tampaknya mulai melandai.

Dikutip dari Kitco News, Selasa (5/5/2026) penerbit stablecoin terbesar di dunia, Tether memperlambat pembelian emas untuk cadangan guna mendukung Tether USDT pada kuartal pertama 2026.

Laporan triwulanan terbaru menunjukkan bahwa perusahaan kripto tersebut membeli emas hanya sebesar 6 metrik ton dibandingkan pembelian sebesar 27 ton pada Oktober-Desember 2025.

Dilaporkan, Tether menjadi pembeli emas yang signifikan tahun lalu untuk cadangannya guna mendukung stablecoin Tether USDT, dolar digital dengan nilai token yang beredar sebesar US$ 189,5 miliar, dan token emas Tether XAUT dengan nilai beredar US$ 3,3 miliar.

Setiap token dolar yang diterbitkan Tether dimaksudkan untuk mewakili satu dolar AS yang disimpan sebagai cadangan. Ketika pengguna memberikan satu dolar kepada Tether, perusahaan menerbitkan satu USDT dan menyimpan aset dengan nilai setara, seperti surat utang pemerintah AS. Cadangan tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa USDT dapat ditukarkan dengan dolar jika diperlukan.

Adapun Stablecoin Tether XAUT sepenuhnya didukung oleh emas.

Cadangan untuk mendukung Tether USDT memiliki stok emas senilai US$ 19,8 miliar pada akhir Maret 2026, menurut laporan tersebut. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 132 metrik ton emas pada harga pasar saat itu, dibandingkan dengan 126 ton pada akhir Desember 2025.

Cadangan yang mendukung Tether USDT sebagian besar berupa Surat Utang Negara AS (Treasury Bills), senilai US$ 117 miliar, dengan dukungan emas hanya sebesar 10%. Sedangkan token emas Tether, yakni XAUT saat ini memegang 22 ton emas.

Secara total, data menunjukkan bahwa Tether saat ini memegang 154 ton emas untuk kedua produknya.

Namun, Tether tidak mengungkapkan secara spesifik total kepemilikan emasnya.

Namun, CEO Tether Paolo Ardoino sempat mengungkap bahwa perusahaan tersebut berencana mengalokasikan 10%–15% dari portofolio investasi mereka senilai US$ 20 miliar untuk emas fisik.

Share