Pengelola Bioskop CGV (BLTZ) Ekspansi ke Bisnis PijatPengelola Bioskop CGV (BLTZ) Ekspansi ke Bisnis Pijat

Pengelola Bioskop CGV (BLTZ) Ekspansi ke Bisnis PijatPengelola Bioskop CGV (BLTZ) Ekspansi ke Bisnis Pijat

Share
Share

Selain layanan pijat, BLTZ juga akan masuk ke bisnis ritel kosmetik dengan memanfaatkan tren pertumbuhan produk kecantikan Korea atau K-Beauty yang terus meningkat di Indonesia.

Perseroan berencana membuka booth penjualan kosmetik di area bioskop dengan tingkat kunjungan tinggi, seperti CGV Central Park dan CGV Grand Indonesia. Booth tersebut akan memanfaatkan area yang tersedia di dalam kompleks bioskop dan beroperasi mengikuti jam operasional masing-masing lokasi.

Saat ini, terdapat beberapa merek kosmetik asal Korea Selatan yang sedang dijajaki untuk bekerja sama, antara lain Olive Young, Bioheal, Wakemake, serta sejumlah brand lainnya yang masih dalam tahap diskusi. Perseroan belum menetapkan merek final karena proses negosiasi dan evaluasi masih berlangsung.

Manajemen menjelaskan bahwa pemilihan produk kosmetik Korea didasarkan pada tingginya minat masyarakat terhadap tren K-Beauty, terutama di kalangan remaja, dewasa muda, dan konsumen kelas menengah yang aktif mengikuti perkembangan gaya hidup modern.

Untuk mendukung bisnis ini, BLTZ menyiapkan belanja modal sekitar Rp100 juta untuk setiap lokasi booth kosmetik yang dibuka. Dana tersebut akan berasal dari kas internal perseroan.

Perseroan meyakini, kehadiran booth kosmetik Korea dan layanan pijat di bioskop dapat meningkatkan kunjungan pelanggan, memperpanjang waktu interaksi konsumen di area CGV, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih beragam.

Penambahan dua kegiatan usaha tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 18 Juni 2026. Setelah memperoleh persetujuan, perseroan akan melanjutkan proses perizinan untuk menjalankan kedua lini bisnis baru tersebut.

Yang mengungkapkan, kehadiran dua kegiatan usaha tersebut akan menambah pendapatan perseroan sebesar Rp201 juta pada tahun ini. Di mana total penjualan perseroan pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp1.413.141.000.000, atau meningkat 0,0142% dibanding proyeksi pendapatan tanpa penambahan kegiatan usaha yang sebesar Rp1.412.940.000.000.

“Pada tahun 2030, selisih pendapatan keuangan perseroan dengan adanya penambahan kegiatan usaha diproyeksikan mencapai Rp2.797.000.000,” ujar dia.

Share