Iis Turniasih Dorong Kemandirian Pangan di Daerah
DETIKTODAY.COM – Pemprov Jabar terus berupaya meningkatkan indeks ketahanan pangan melalui kemandirian pangan masyarakat.
Kemandirian pangan di Jabar menurun bisa diakibatkan oleh rusaknya sarana irigasi bagi pertanian di jabar, kita tidak ingin itu terjadi.
Komisi IV DPRD Jabar sangat mendukung kemandirian pangan daerah yang sudah menjadi kewajiban kita semua.
Iis memandang pemerintah harus fokus pada peningkatan produksi cadangan pangan dan peningkatan nilai tambah produk pertanian.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan Hj. Iis Turniasih.
Iis Turniasih mengatakan untuk meningkatkan pertanian harus didukung infrastruktur yang memadai. Sehingga para petani bisa memanfaatkan saluran air yang difasilitasi pemerintah contohnya.
Ketahanan pangan di Provinsi Jawa Barat ini bisa terus dikembangkan melalui potensi luas wilayah pertanian, tentunya ini harus disupport oleh semua pihak.
“Kita bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan sehingga pemenuhan pangan di Provinsi Jawa Barat ini bisa lebih mandiri, tidak perlu lagi import dan lain sebagainya, ini satu hal yang sangat baik. Kita juga berupaya mengoptimalkan dan memaksimalkan potensi-potensi para petani kita yang ada di Jawa Barat,”ujar Politikus PDI Perjuangan, Iis Turniasih saat dikonfirmasi, Minggu 10 Oktober 2021.
Iis menyadari globalisasi internasional membuat Indonesia seolah-olah terdikte dengan komoditas tertentu sehingga variabilitas sering terlupakan. Padahal, menurut Kementerian Pertanian, diversifikasi atau variabilitas pangan sangat penting. Ada 11 komoditas pangan yang masih perlu dikembangkan untuk membantu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Misalnya, ubi, sagu, dan jenis pangan lainnya.
“Ini menjadi suatu tantangan. Karena kalau tersedia secara mandiri, tentu bisa juga swasembada pangan. Ini menjadi menarik sekali kalau program ketahanan pangan terpadu dengan kemandirian yang didukung SDM. BKKBN ikut berkontribusi meskipun tidak banyak dari kuantitas dan kualitasnya,” tukas dia.
Hingga saat ini, lanjut Iis memaparkan sisi lain, sektor pertanian belum menjadi ketertarikan pekerjaan bagi generasi milenial di Indonesia, termasuk Jawa Barat (Jabar).
Padahal, generasi milenial diharapkan membawa perubahan pada sektor pertanian masa depan. Pemerintah Provinsi Jabar melalui program Petani Milenial berupaya mengubah wajah pertanian menjadi segar agar generasi milenial tertarik menjadi petani.
”Saat ini, perlu regenerasi petani. Perubahan tantangan di sektor pertanian semakin berat. Perlu pelaku utama yang adaptif terhadap perubahan, teknologi semakin maju, dan globalisasi,” paparnya.
Iis mengungkapkan dengan pemanfaatan teknologi, diharapkan petani milenial dapat menembus pasar global. Selain itu, sejumlah upaya akan dilakukan untuk mempromosikan komoditas petani milenial.
Ia berharap, petani milenial bisa mempersiapkan komoditas apa yang diminati pasar di negara-negara tujuan ekspor.
“Oleh karena itu, Pemprov Jabar telah menjadikan swasembada pangan untuk mencapai ketahanan pangan sebagai salah satu mesin ekonomi Jabar pascapandemi Covid-19. Dengan ketahanan pangan, krisis pangan dapat dicegah. Dan petani milenial berperan penting untuk mewujudkannya,” pungkasnya.